Rabu, 19 Januari 2011 0 komentar

Fokus Pada Proses Bukan Pada Hasil

Alkisah, ada seorang pandita sakti. Seperti biasa selalu saja ada orang yang datang mengunjunginya, entah apa yang mendorong mereka untuk rela menempuh perjalanan jauh, siang dan malam, menaiki gunung dan menuruni lembah yang tidak sedikit hanya untuk bisa berjumpa dengannya.

Tak lupa para murid menyiapkan kopi Bali yang rasanya sudah sangat terkenal kala itu, hasil olahan tangan-tangan trampil para murid senior mengikuti arahan sang guru.

Di antara para tamu yang datang tampaklah seorang pemuda sederhana, berpakaian ala kadarnya namun bersih dan rapi. Dari raut mukanya tampak dia bukanlah pemuda seperti pemuda kebanyakan. Wajahnya tenang, tatapan matanya lembut tapi sangat tajam, menandakan dia bukanlah orang sembarangan. Pemuda ini sangat sopan, perilakunya santun dan menarik perhatian sang Pandita.

Sambil tersenyum sang guru mendekati anak muda itu. Mereka duduk berdampingan, kemudian bercakap-cakap dengan akrab seakan mereka telah bersahat bertahun-tahun, padahal hari itu adalah hari pertama mereka bertemu. Secara logika ada beberapa kemungkinan alasan kenapa mereka bisa sangat cepat akrab.

Pertama mungkin karena kehebatan sang guru dalam menerima setiap tamu yang datang, pandai dalam berbicara dan mengambil hati orang, menghargai setiap orang tidak dengan penampilan luarnya, sehingga sang pemuda menjadi tidak canggung untuk berkelakar.

Kedua, kemungkinan sang pemuda juga adalah orang yang berpengalaman dalam bergaul, sehingga mudah akrab dan mampu mengimbangi setiap topik pembicaraan yang diangkat oleh sang guru.

Kemungkinan ketiga, keduanya memiliki kesamaan baik dalam hal kesukaan, bakat, minat, aktivitas dan lain-lain. Kalo diperhatikan dengan seksama memang secara fisik keduanya ada kemiripan.

Sambil sesekali menegak kopi Bali, mereka berbincang-bincang dari hal-hal kecil hingga hal-hal yang menyangkut masalah hidup dan kiat-kiat mencapai kesuksesan dalam hidup. Tampaknya pemuda ini datang bukan untuk berguru menjadi seorang pandita. Hal itu terlihat dari pertanyaan yang diajukan pada sang guru,

"Sudilah kiranya pandita memberikan petunjuk pada hamba yang muda ini untuk mencapai hasil yang maksimal dalam setiap aktivitas yang dijalani?"

Sang Pandita mengelus janggutnya panjang. Beliau diam sejenak kemudian dengan tersenyum manis ia menatap sang pemuda sambil berkata:

"Anakku setiap orang pasti ingin berhasil dalam hidupnya, artinya dia berhasil dalam setiap aktivitas yang dijalaninya, keberhasilan ini bisa dicapai apa bila kita mampu menggunakan potensi/energi kita yang terbatas secara optimal. Tidak ada pencuri energi (thief energy) atau kebocoran-kebocoran energi (leak energy) dengan memfokuskan pada proses bukan pada hasil dari setiap aktivitas itu, maka pemanfaatan energi akan menjadi optimal, teguh menghadapi setiap tantangan yang datang berkunjung, hasil optimal pun akan mudah dicapai".

Sang pemuda termenung berusaha memahami yang dipaparkan sang guru. Dia menarik nafas pelan, kemudian menghembuskannya dengan pelan, mengikuti alur nafas secara alami tanpa berusaha untuk memaksa aliran nafas dalam dirinya. Pikirannya mulai terkonsentrasi dengan baik. Dia melanjutkan pertanyaannya:

"Guru, kalau kita tidak memfokuskan diri para hasil, apakah itu berarti kita tidak konsisten pada target, bukankah hasil baik yang ingin dicapai sesungguhnya adalah target/goal dari setiap aktivitas yang kita lakukan?"

Sang guru tersenyum kembali, Dengan pandangan lembut ia melanjutkan penjelasannya:

"Anakku, engkau benar hasil yang diinginkan itu adalah target yang dicanangkan, namun dengan memfokuskan diri pada proses yang sempurna sudah pasti hasilnya akan baik. Namun bila energi kita banyak terkonsumsi untuk hanya memikirkan hasil tanpa diiringi dengan praktik nyata hanyalah sebuah mimpi. Oleh karenanya, fokuskanlah energimu pada setiap proses, pusatkan pikiran untuk melakukan aktivitas dengan sebaik mungkin, hasil baik pasti akan datang. Karena sesungguhnya dalam proses itu kita bisa belajar banyak hal, kita bisa menemukan mutiara-mutiara hidup yang tersembunyi, kita bisa mengetahui kelemahan dan kelebihan kita."

Demikian pula dalam Gita V-12 dikatakan: Seorang pengabdi mencapai kedamaian dengan melepaskan keterikatan hasil kegiatan kerja, tetapi mereka yang tidak menyatukan jiwanya dengan yang illahi, didorong oleh keinginan-keinginan dan terikat dengan hasil kegiatan kerja sehingga mereka terbelenggu.

Orang yang terbelenggu akan sulit bergerak apalagi berlari dan terbang, oleh karenanya marilah kita pusatkan energi dan pikiran kita pada proses, bagaimana melakukan setiap aktivitas dengan sebaik mungkin, hasilnya kita pikirkan ataupun tidak pasti akan datang.

http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/3820/Fokus_Pada_Proses_Bukan_Pada_Hasil/
3 komentar

Alam Semesta dalam Buddhisme

Para ilmuwan dewasa ini menyatakan bahwa alam semesta merupakan serangkaian pengembangan, penciutan, pengerutan dan penghancuran berupa ledakan besar (Big Bang) yang berlangsung secara terus menerus tanpa akhir). Sang Buddha telah mengajarkan hal yang sama 2500 tahun yang lalu, berikut adalah apa yg beliau ungkapkan di dalam Bhayaberava Sutta: " Ketika pikiranku yang terkonsentrasi dengan demikian termurnikan, tidak tercela, mengatasi semua kekotoran, dapat diarahkan, mudak diarahkan, serta tenang, Aku memusatkannya pada kelahiran-kelahiran yang lampau, satu, dua, ...ratusan, ribuan, banyak kalpa dari penyusutan dunia, banyak kalpa pengembangan dan penyusutan dunia".
1 kalpa yg lazim dipakai adalah 139.600.000 tahun.

Alam Semesta


Menurut pandangan Buddhis, alam semesta ini luas sekali. Dalam alam semesta terdapat banyak tata surya yang jumlahnya tidak dapat dihitung. Hal ini diterangkan oleh Sang Buddha sebagai jawaban atas pertanyaan bhikkhu Ananda dalam Anguttara Nikaya sebagai berikut :

Ananda apakah kau pernah mendengar tentang seribu Culanika loka dhatu (tata surya kecil) ? ....... Ananda, sejauh matahari dan bulan berotasi pada garis orbitnya, dan sejauh pancaran sinar matahari dan bulan di angkasa, sejauh itulah luas seribu tata surya. Di dalam seribu tata surya terdapat seribu matahari, seribu bulan, seribu Sineru, seribu jambudipa, seribu Aparayojana, seribu Uttarakuru, seribu Pubbavidehana ....... Inilah, Ananda, yang dinamakan seribu tata surya kecil (sahassi culanika lokadhatu). *
Ananda, seribu kali sahassi culanika lokadhatu dinamakan "Dvisahassi majjhimanika lokadhatu". Ananda, seribu kali Dvisahassi majjhimanika lokadhatu dinamakan "Tisahassi Mahasahassi Lokadhatu".
Ananda, bilamana Sang Tathagata mau, maka ia dapat memperdengarkan suara-Nya sampai terdengar di Tisahassi mahasahassi lokadhatu, ataupun melebihi itu lagi.


Sesuai dengan kutipan di atas dalam sebuah Dvisahassi Majjhimanika lokadhatu terdapat 1.000 x 1.000 = 1.000.000 tata surya. Sedangkan dalam Tisahassi Mahasahassi lokadhatu terdapat 1.000.000 x 1.000 = 1.000.000.000 tata surya. Alam semesta bukan hanya terbatas pada satu milyard tata surya saja, tetapi masih melampauinya lagi. Ajaran ini benar-benar sesuai dengan kosmologi modern.

Buddha juga telah mengajarkan aneka bentuk galaksi yang ada di alam semesta ini sebagaimana yang ada pada Avatamsaka Sutra bab 4:
" Putra-putra Buddha, sistem-sistem dunia tersebut memiliki aneka bentuk dan sifat-sifat yang berbeda. Jelasnya, beberapa diantaranya bulat bentuknya, beberapa diantaranya tidak bulat dan tidak pula segi empat. Ada perbendaan yang tak terhitung. Beberapa bentuknya seperti pusaran, beberapa seperti gunung kilatan cahaya, beberapa seperti pohon, beberapa seperti bunga, beberapa seperti istana, beberapa seperti makhluk hidup, beberapa seperti Buddha..."

Galaksi yang berbentuk seperti pusaran termasuk galaksi kita sendiri, bima sakti, dan galaksi terdekat yaitu Andromeda. Galaksi yang berbentuk seperti makhluk hidup termasuk di antaranya galaksi Nebula Kepala Kuda (horse head nebula). Hal yg paling mengagumkan adalah Sang Buddha telah mengetahui berbagai bentuk galaksi yang keberadaan galaksi-galaksi tersebut baru bisa diketahui para ilmuwan dewasa ini dgn teleskop yang paling canggih.

Sebuah bait dari Salistamba Sutra ayat 37 : "Lebih jauh lagi Sariputra, hal tersebut bagaikan rembulan pada langit yang indah, yang berjarak 42.000 yojana dari bumi".

Yojana merupakan jarak yang ditempuh oleh pasukan berkuda dalam waktu sehari(kurang lebih 10km). Dengan demikian 42.000 yojana = 420.000 km. Hal ini sangat dekat jaraknya dengan penghitungan sains yang mengatakan jarak bumi ke bulan adalah kurang lebih 400.000 km. Akurasi dalam penghitungan jarak bumi ke bulan bisa dianggap luar biasa untuk zaman 2500 tahun yang lalu.

Buddha menyatakan bahwa terjadi empat fase dalam kehidupan suatu sistem dunia yaitu fase kekosongan, fase pembentukan, kediaman, dan kehancuran. Masing2 fase tersebut memakan waktu yg sangat lama, dimana di dalam bahasa Buddhis disebut memakan waktu 20 kalpa menengah. Menurut Buddhisme, pembentukan planet bumi memerlukan 20 kalpa menengah, dimana satu kalpa memakan waktu 139.600.000 tahun.
Berdasarkan rujukan ini, maka masa pembentukan planet bumi (fase pembentukan) memerlukan waktu 2.780.000.000 tahun atau hampir 3 milyar tahun lamanya. Intinya, menurut Buddhisme, pembentukan planet bumi ini memerlukan waktu milyaran tahun, bukan enam hari atau enam ribu tahun. Para ahli astrofisika dan ahli geologi setuju bahwa umur bumi bukan ribuan tahun melainkan sudah milyaran tahun.

2,78 milyar tahun belum termasuk fase kediaman (adanya makhluk yg berdiam). Fase kediaman menurut Buddhisme, sudah memasuki pertengahan kalpa ke 11.
Bila digabungkan dengan fase pembentukan, maka total umur bumi menurut Buddhisme adalah 4.38 milyar tahun (2.78 milyar +(11.5 x 139.600.000)). Adapun menurut estimasi ahli geologi, umur bumi adalah sekitar 4.55 milyar tahun. Kedekatan kedua angka tersebut benar-benar telah mencengangkan banyak orang.

Awal Kehidupan di Muka Bumi

Sudah semenjak zaman dahulu kala, manusia telah berusaha untuk mengetahui asal usulnya. Rasa ingin tahu inilah yang kemudian mendorong mereka untuk menciptakan aneka mitos mengenai penciptaan alam semesta ini. untuk memuaskan rasa ingin tahunya mereka mengarang aneka dongeng. Sayang sekali bahwa ternyata tidak ada satupun dongen tersebut yang benar.

berikut adlh sabda Sang Buddha yg ada di Aganna Sutta yg merupakan sutra ke 27 dari Digha Nikaya:
"Pada waktu itu semuanya merupakan suatu dunia yang terdiri dari air, gelap gulita. Tidak ada matahari atau bulan yang nampak, tidak ada bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi yang kelihatan, siang maupun malam belum ada, bulan maupun pertengahan bulan belum ada, tahun-tahun maupun musim-musim belum ada, laki-laki maupun wanita belum ada. Makhluk-makhluk hanya dikenal sebagai makhluk-makhluk saja.."

Sang Buddha telah mengatakan bahwa kehidupan berawal dari air. pernyataan ini tidak bertentangan dengan sains yg mengatakan bahwa bumi pada awalnya berbentuk cair.
Pada saat bumi baru terbentuk, masih terdapat kabut yang disebabkan oleh proses pendinginan bumi. oleh karena itu adanya kabut tebal tersebut, maka matahari dan bintang belum tampak, belum tampak disini bukan berarti belum ada. Hal ini tidak bertentangan dengan sains yang mengatakan bahwa matahari lebih tua dari pada bumi. demikian juga dengan pernyataan Buddha bahwa makhluk-makhluk yang pertama tidak berjenis kelamin.

Kalau kita mempertimbangkan kondisi masyarakat pada ribuan tahun yg lalu yang masih terbelenggu oleh dongeng dan mitos, maka ajaran Buddha terlihat sudah sangat jauh ke depan.

Sang Buddha bukanlah seorang ilmuwan, Buddha menggunakan metoda intuisi dan penembusan langsung untuk memahami corak fenomena dengan kekuatan batin, lain halnya dengan pendekatan ilmiah yang memerlukan perangkat lunak dan keras dalam mencapai suatu kesimpulan.

Tak Terhingga

Agama Buddha juga mengemukakan tentang ketidakterbatasan waktu, berikut adalah kutipan dari pertanyaan seorang Buddhis kepada Sang Buddha di dalam Samyuta Nikaya XV:5:
'Dapatkah ia dilukiskan, O, Bhagavat (Sang Buddha), dengan sebuah perumpamaan?"

"Bisa, wahai Saudara," demikianlah yang dikatakan Bhagavat, 'bayangkanlah sebuah gunung karang curam, yang panjang, lebar, dan tingginya, masing-masing satu yojana, tanpa sedikitpun retakan, tidak berongga, suatu massa batu yang padat, dan seseorang akan datang pada akhir tiap abad, dan dengan sutera halus Kasi menggosok gunung batu tersebut aus seluruhnya, atau habis seluruhnya, masih lebih lama satu kalpa. Demikianlah lamanya satu kalpa...demikianlah banyak kalpa telah berlalu, banyak ratusan kalpa, banyak ribuan kalpa, banyak ratusan ribu kalpa telah berlalu...Bagaimana ini? Tak terhitunglah awal mula itu, wahai Saudara,...Waktu yang paling awal tidak dapat diketahui keberadaannya...."

Menurut Buddhisme, fenomena tidak lahir secara spontan, melainkan melalui proses penyatuan dan penggabungan aneka sebab-musabab dan kondisi-kondisi tertentu.
Dalam Avatamsaka Sutra bab 37 tertera:

"Sebagaimana dengan miliaran planet, alam semesta tidaklah terbentuk hanya karena satu kondisi saja, tidak oleh satu fenomena saja, alam semesta hanya dapat terbentuk oleh aneka sebab-musabab dan kondisi-kondisi yang tak terhitung.

Kiamat

Pada suatu ketika bumi kita ini akan hancur lebur dan tidak ada. Tapi hancur leburnya bumi kita ini atau kiamat bukanlah merupakan akhir dari kehidupan kita. Karena di alam semesta ini tetap berlangsung pula evolusi terjadinya bumi. Lagi pula, bumi kehidupan manusia bukan hanya bumi kita ini saja tetapi ada banyak bumi lain yang terdapat dalam tata surya - tata surya yang tersebar di alam semesta ini.

Kiamat atau hancur leburnya bumi kita ini menurut Anguttara Nikaya, Sattakanipata diakibatkan oleh terjadinya musim kemarau yang lama sekali. Selanjutnya dengan berlangsungnya musim kemarau yang panjang ini muncullah matahari yang kedua, lalu dengan berselangnya suatu masa yang lama matahari ketiga muncul, matahari keempat, matahari kelima, matahari keenam dan akhirnya muncul matahari ketujuh. Pada waktu matahari ketujuh muncul, bumi kita terbakar hingga menjadi debu dan lenyap bertebaran di alam semesta.

Pemunculan matahari kedua, ketiga dan lain-lain bukan berarti matahari-matahari itu tiba-tiba terjadi dan muncul di angkasa, tetapi matahari-matahari tersebut telah ada di alam semesta kita ini. Dalam setiap tata surya terdapat matahari pula.

Menurut ilmu pengetahuan bahwa setiap planet, tata surya, dan galaxi beredar menurut garis orbitnya masing-masing. Tetapi kita sadari pula, karena banyaknya tata surya di alam semesta kita ini, maka pada suatu masa garis edar tata surya kita akan bersilangan dengan garis orbit tata surya lain, sehingga setelah masa yang lama ada tata surya yang lain lagi yang bersilangan orbitnya dengan tata surya kita. Akhirnya tata surya ketujuh menyilangi garis orbit tata surya kita, sehingga tujuh buah matahari menyinari bumi kita ini. Baiklah kita ikuti uraian tentang kiamat yang dikhotbahkan oleh Sang Buddha kepada para bhikkhu:

Bhikkhu, akan tiba suatu masa setelah bertahun-tahun, ratusan tahun, ribuan tahun, atau ratusan ribu tahun, tidak ada hujan. Ketika tidak ada hujan, maka semua bibit tanaman seperti bibit sayuran, pohon penghasil obat-obatan, pohon-pohon palem dan pohon-pohon besar di hutan menjadi layu, kering dan mati .....

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari kedua muncul. Ketika matahari kedua muncul, maka semua sungai kecil dan danau kecil surut, kering dan tiada .....

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yanglama, matahari ketiga muncul. Ketika matahari ketiga muncul, maka semua sungai besar, yaitu sungai Gangga, Yamuna, Aciravati, Sarabhu dan Mahi surut, kering dan tiada .....

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari keempat muncul. Ketika matahari keempat muncul, maka semua danau besar tempat bermuaranya sungai-sungai besar, yaitu danau Anotatta, Sihapapata, Rathakara, Kannamunda, Kunala, Chaddanta, dan Mandakini surut, kering dan tiada .....

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari kelima muncul. Ketika matahari kelima muncul, maka air maha samudra surut 100 yojana*, lalu surut 200 yojana, 300 yojana, 400 yojana, 500 yojana, 600 yojana dan surut 700 yojana. Air maha samudra tersisa sedalam tujuh pohon palem, enam, lima, empat, tiga, dua pohon palem, dan hanya sedalam sebatang pohon palem. Selanjutnya, air maha samudra tersisa sedalam tinggi tujuh orang, enam, lima, empat, tiga, dua dan hanya sedalam tinggi seorang saja, lalu dalam airnya setinggi pinggang, setinggi lutut, hingga airnya surut sampai sedalam tinggi mata kaki.

Para bhikkhu, bagaikan di musim rontok, ketika terjadi hujan dengan tetes air hujan yang besar, mengakibatkan ada lumpur di bekas tapak-tapak kaki sapi, demikianlah dimana-mana air yang tersisa dari maha samudra hanya bagaikan lumpur yang ada di bekas tapak-tapak kaki sapi.

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari keenam muncul. Ketika matahari keenam muncul, maka bumi ini dengan gunung Sineru sebagai raja gunung-gunung, mengeluarkan, memuntahkan dan menyemburkan asap. Para bhikkhu, bagaikan tungku pembakaran periuk yang mengeluarkan, memuntahkan dan menyemburkan asap, begitulah yang terjadi dengan bumi ini.

Demikianlah, para bhikkhu, semua bentuk (sangkhara) apa pun adalah tidak kekal, tidak abadi atau tidak tetap. Janganlah kamu merasa puas dengan semua bentuk itu, itu menjijikkan, bebaskanlah diri kamu dari semua hal.

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari ketujuh muncul. Ketika matahari ketujuh muncul, maka bumi ini dengan gunung Sineru sebagai raja gunung-gunung terbakar, menyala berkobar-kobar, dan menjadi seperti bola api yang berpijar. Cahaya nyala kebakaran sampai terlihat di alam Brahma, demikian pula dengan debu asap dari bumi dengan gunung Sineru tertiup angin sampai ke alam Brahma.

Bagian-bagian dari puncak gunung Sineru setinggi 1, 2, 3, 4, 5 ratus yojana terbakar dan menyala ditaklukkan oleh amukan nyala yang berkobar-kobar, hancur lebur. Disebabkan oleh nyala yang berkobar-kobar bumi dengan gunung Sineru hangus total tanpa ada bara maupun abu yang tersisa. Bagaikan mentega atau minyak yang terbakar hangus tanpa sisa. Demikian pula bumi maupun debu tidak tersisa sama sekali.
0 komentar

Tumimbal Lahir & Reinkarnasi


Bagi masyarakat, atau bahkan orang Buddhis sekalipun masih banyak yang belum mengerti tentang apa itu tumimbal lahir dan reinkarnasi, serta apa perbedaan dari kedua hal tersebut.
Oleh karena itu, mari kita bahas tuntas mengenai tumimbal lahir dan reinkarnasi.


Tumimbal Lahir (Rebirth)


Tumimbal Lahir adalah istilah yang dikenal dalam agama Buddha sehubungan dengan kelahiran kembali suatu mahluk hidup dalam alam kehidupan yang sama atau berbeda serta tidak membawa kesadaran akan kehidupan dari alam sebelumnya. Konsep ini berbeda dengan konsep reinkarnasi di mana reinkarnasi masih membawa kesadaran akan alam kehidupan dari alam sebelumnya.
Yang dimaksud dengan Tumimbal lahir adalah suatu proses kelahiran kembali jasmani dan batin yang lama mengalami pelapukan, kehancuran, dan kemudian muncul jasmani dan batin baru yang timbul akibat adanya kekuatan kamma (perbuatan). Jadi disini jasmani dan batin/”jiwa” tidak kekal. Konsep ini dianut oleh penganut Buddhisme sesuai dengan 3 prinsip dasar hidup dan kehidupan yaitu : Anatta, segala sesuatu adalah tanpa adanya “roh”/”jiwa”/batin yang kekal. Anicca, segala sesuatu yang terbentuk dari gabungan beberapa unsur adalah tidak kekal. Dukkha, segala sesuatu yang tidak kekal membawa penderitaan.
Sedangkan pada Reinkarnasi yaitu Jasmani mengalami kehancuran, tetapi “jiwa”/batin tidak mengalami kehancuran/perubahan. Kemudian “jiwa” “mencari” dan menempatkan jasmani yang baru
Reinkarnasi adalah suatu proses kelahiran kembali dimana batin/”jiwa” yang lama meninggalkan jasmani yang sudah lapuk dan mencari jasmani baru. Jika diumpamakan seperti kita mengganti baju, dimana tubuh kita adalah “jiwa/batin kita, dan baju sebagai jasmani kita. Setelah baju (jasmani) usang, maka diganti dengan yang baru. Jadi disini hanya batin/”jiwa” yang dikatakan kekal. Konsep Reinkarnasi ini di anut oleh agama Hindu seperti yang dijelaskan dalam salah satu kitab suci agama Hindu yaitu Bhagavad Gita. Dan Buddhisme menolak adanya batin/”jiwa” yang kekal.
www.wikipedia.com

Seperti halnya Kerupuk, apa yang dinamakan kerupuk adalah campuran atau gabungan dari bahan-bahan a.l.; Tepung, vetsin, garam, sari rasa (udang, ikan, bawang dsb.). Tepung dan bahan-bahan yang lainnya dijadikan adonan, adonan dimasukkan steam (direbus), kemudian dicetak, dipotong dan di oven/dijemur, jadilah yang dinamakan kerupuk itu !! Dari Tepung sampai menjadi kerupuk adalah melalui Proses perubahan, jadi tidak ada satu bahanpun yang dapat dikatakan lagi murni sebagai Tepung , vetsin atau garam, semuanya telah bercampur-baur dalam satu wujud yaitu Kerupuk !
Demikian halnya dengan apa yang dinamakan sebagai Roh, jiwa, aku, ego, diri, pribadi dan sebagainya yang bersifat kekal, yang ada hanyalah proses bercampurnya antara unsur-unsur/kelompok energi batin dan jasmani yang selalu berubah/ tidak kekal. Yang disebut sebagai kelompok energi batin yaitu : Perasaan, Pencerapan, pikiran/bentukan mental dan Kesadaran., bila semuanya bergabung dengan jasmani, maka terjadilah suatu Kelahiran yang disebut sebagai Makhluk hidup ( Manusia dan hewan ).
Mengapa Kelompok batin dan jasmani disebut sebagai tidak kekal ? , karena disaat seseorang mengalami kematian, semua unsur batin dan jasmani ini tercerai-berai kembali, dan unsur batin ini sangat dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan semasa hidupnya maupun kehidupan-kehidupan sebelumnya. Sehingga nanti pada saat ia terlahir kembali sebagai makhluk, ia bukanlah makhluk yang benar-benar sama dengan saat dia masih hidup, tapi juga bukan merupakan sosok makhluk yang samasekali berbeda dengan saat ia masih hidup, karena timbunan karma-lah yang menyebabkan terjadi demikian. Dengan demikian, saat ini si Suparmin belum tentu akan menjadi orang yang jahat seperti saat ia terlahir sebagai Suparno, bisa saja dia menjadi orang yang baik-baik, suka menolong makhluk lain dan hidupnya berkecukupan ( bila karma baiknya telah matang dan lebih banyak daripada karma buruknya ), tapi tetap saja Kama buruk hasil dari perbuatan jahat pada kehidupannya sebagai Suparno, akan ia terima pada suatu waktu ( Bila karma buruknya telah matang dan berbuah), entah pada saat ini sebagai Suparmin atau nanti pada kehidupannya yang akan datang sebagai……. Suparlan misalnya.
Dengan pengetahuan akan perbedaan antara Paham Reinkarnasi dan Tumimbal lahir, sekarang kita baru bisa membahas lebih lanjut atas pendapat-pendapat yang Tidak percaya adanya Kelahiran kembali, dengan alasan sebagai berikut :
1). Karena hidup dibumi ini telah ditentukan oleh Tuhan hanya untuk satu kali saja (One way ticket ), makanya kita harus menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk berbuat kebaikan agar masuk Surga.
2). Manusia / makhluk yang lahir itu adalah makhluk /individu yang baru , yang sewaktu dilahirkan masih suci dan tanpa dosa. Dia ya dilahirkan dengan identitas baru dan enggak ada hubungan sama sekali dengan kehidupan sebelumnya (yang telah mati ya jiwanya kembali ke alamnya dengan membawa dosa2 dan kebaikannya sendiri), jadi enggak ada setiap makhluk yang lahir membawa dosa keturunan dan dilahirkan kembali berdasarkan makhluk apa dia dikehidupan sebelumnya.
http://artikelindonesia.com
Reinkarnasi

Secara tekstual atau secara kamus, arti Reinkarnasi adalah jasad yang mengalami kematian terjadi perpindahan roh/atma dari kematian ke jasad yang baru atau ke badan baru yang cocok. Berarti disini roh/jiwa bersifat kekal dan berpindah-pindah menempati badan yang baru setelah kematian. anda masih bingung ?
Baiklah, kita umpamakan saja Roh/Jiwa itu milik seseorang yang bernama Supeno, semasa hidupnya, Supeno ini adalah seorang yang berjiwa/berwatak kejam, suka merugikan orang lain dan malasmalasan… pokoknya jahat deh…, sehingga ia memilih karier sebagai perampok !! Nah…karena kontrakannya di bumi ini sudah habis , ia-pun meninggal…… Selanjutnya Roh/Jiwa si Suparno ini mencari badan baru, setelah ketemu dengan badan yang cocok baginya, lahirlah dia…..sebagai orang baru, sebut saja namanya sekarang Suparmin. Disini dipercayai bahwa Suparmin ini sebenarnya adalah titisan dari Roh/jiwa Suparno itu , tentunya bersama-sama dengan segala wataknya yang jahat itu.
http://artikelindonesia.com

Hmm, masih kurang? Nih, ditambahin lagi artikelnya..

Dikutip dari www.wihara.com
Didalam Paham Buddhisme ada 2 versi untuk menjelaskan tentang Waktu untuk kelahiran kembali ini...
- Versi Theravada mengatakan bahwa seseorang yang meninggal akan segera (tanpa jeda waktu) terlahir kembali di salah satu dari 31 alam kehidupan.
- Versi Mahayana/tantra mengatakan bahwa seseorang yang meninggal tidak langsung ber-tumimbal lahir, tapi ada jeda waktu selama 49 hari untuk menentukan di alam mana dia akan terlahir kembali.

Nah diliteratur Mahayana, digambarkan bahwa tugas Yamaraja (Yam Lo Wang) adalah sebagai Raja Pencabut nyawa yang memutuskan seseorang itu sudah waktunya meninggal atau belum, sekaligus dia yang mengurusi soal persidangan dan menentukan hukuman bagi orang-orang yang jahat/ berkelakuan buruk semasa hidupnya didunia untuk dihukum di salah satu neraka (neraka banyak macamnya), kalau orang itu selama hidupnya banyak melakukan perbuatan baik , maka salah satu Departemen yang memegang buku besar catatan /daftar "kelakuan buruk" manusia itu akan mencoret nama ybs, dan berarti tempatnya bukan di neraka..... tentu saja kalau udah bicara tentang Neraka, berarti orang tersebut terlahir di alam peta. sehingga berhadapan dengan Yamaraja...
sedangkan pengertian tumimbal lahir dan reinkarnasi menurut Theravada kalau Tumimbal lahir di dalam Buddhism, adalah seperti yang saya sebutkan diatas, yaitu : Tidak terjadi suatu perpindahan roh/jiwa/ke dalam jasmani yang baru. Yang terjadi dalam proses kelahiran kembali adalah adanya proses berkesinambungan dari kesadaran (citta) pada kehidupan lampau dengan kesadaran (citta) kehidupan baru yang merupakan suatu aksi-reaksi.
Konsep ini dianut oleh penganut Buddhisme sesuai dengan 3 prinsip dasar hidup dan kehidupan yaitu : Anatta, segala sesuatu adalah "tanpa Inti diri", "roh", "jiwa" atau "batin yang kekal". Anicca, segala sesuatu yang terbentuk dari gabungan beberapa unsur adalah tidak kekal. Dukkha, segala sesuatu yang tidak kekal adalah merupakan penderitaan.

Menurut Mahayana/Tantra sedangkan konsep Reinkarnasi yaitu :adalah suatu proses kelahiran kembali dimana batin atau "jiwa" yang lama meninggalkan jasmani yang sudah lapuk dan mencari jasmani yang baru.atau singkatnya "Menitis" ke jasmani yang baru.
Jika diumpamakan seperti kita mengganti baju, dimana tubuh kita adalah "jiwa/batin" kita, dan baju sebagai jasmani kita. Setelah baju (jasmani) usang, maka diganti dengan yang baru. Jadi disini hanya batin/"jiwa" yang dikatakan kekal.

Konsep Reinkarnasi ini di anut oleh agama Hindu seperti yang dijelaskan dalam salah satu kitab suci agama Hindu yaitu Bhagavad Gita. Dan Buddhisme menolak adanya batin/"jiwa" yang kekal.
ini copas dari postingan Bro TanHadi

Pada dasarnya proses kelahiran kembali di alam semesta itu cuma ada satu proses gak ada menurut ini... menurut itu hanya perbedaan pengertian atau tingkatan dari individu yang menilainya. semuanya sama prosesnya. menurut TBSN/tantra yaitu reinkarnasi dari roh yang awal memasuki rahim baru setelah meminum air yang diberikan dewi nenek meng di buku Yuli untuk melupakan masa lalunya. memang roh bisa musnah tidak ada yang kekal tapi banyak yang sudah melampaui ribuan bahkan jutaan kehidupan.
Para Rhinpoce atau Tulku di Tibet sendiri bahkan mendapat warisan sutera memasuki rahim. jadi nanti dia dapat memilih mau lahir kemana, setelah memutuskan akan lahir dimana maka ia akan meningggalkan pesan atau tanda-tanda yang akan menunjukkan anak/tempat yang akan menjadi kelahiran kembali dirinya.


Satu lagi, dari artikel di www.dhammacitta.com
Banyak umat Buddha awam dan umat agama lain yang telah keliru menganggap reinkarnasi adalah sebuah istilah agama Buddha. Padahal, ajaran Buddha justru ingin mendefinisikan kembali (mengoreksi) istilah 'reinkarnasi' yang dikenal kaum Hindu dan menggantinya dengan punarbhava, atau rebirth dalam bahasa Inggris, karena istilah ini lebih tepat!

Reinkarnasi berarti inkarnasi (penjelmaan) kembali suatu makhluk yang telah mati ke tubuh yang baru. Dalam agama Buddha, tidak ada istilah penjelmaan kembali bagi suatu makhluk yang telah mati dan memasuki tubuhnya yang baru. Agama Buddha hanya mengenal kelahiran kembali (rebirth). Dalam pengertian reinkarnasi, roh (jiwa) seseorang yang telah mati berpindah ke tubuh yang baru. Di sini, roh dianggap suatu substansi yang kekal yang berpindah dari satu tubuh ke tubuh yang lainnya.

Dalam konsep Buddhis, tidak dikenal istilah 'roh (jiwa) yang kekal' karena agama Buddha menganut konsep anatta (tanpa roh). Tidak ada suatu diri yang kekal yang berpindah setelah kita mati. Yang ada hanyalah suatu energi (berbentuk kesadaran penyambung) yang meneruskan kehidupan berikutnya. Ibarat api lilin yang diteruskan dari satu lilin ke lilin yang lain, api lilin itu sendiri tidak berpindah, karena lilin-lilin sebelumnya tetap menyala, melainkan karena adanya kondisi (sumbu lilin) yang memungkinkan lilin-lilin berikutnya menyala. Demikian pula kita terlahir kembali karena masih adanya sumbu kehidupan (kemelekatan).

Ingatlah hukum fisika yang menyatakan: energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Hukum karma dalam agama Buddha dapat dibandingkan dengan hukum energi dalam fisika. Hukum karma menyatakan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan manusia akan berakibat (akibatnya tidak akan hilang). Tetapi akibatnya bisa dalam berbagai kondisi (bentuk) sesuai dengan kadar perbuatannya. Akibat dari suatu karma buruk yang tidak terlalu besar dapat diminimalkan dengan suatu karma baik yang besar. Akibat itu sendiri tidaklah hilang, tetapi seolah-olah telah hilang karena kekuatan karma baik yang besar. Ini dapat diibaratkan garam yang berkurang rasa asinnya apabila dilarutkan dengan air yang banyak.
=============================
KASUS GNANATILLAKA

Gnanatillaka adalah namanya, Ia (wanita) dilahirkan pada 14 Februari 1956 di Kotamale, Sri Lanka (Ceylon). Kasus ini berawal di tahun 1960, Ketika ia berumur 4,5 tahun. Waktu itu ia berkata kepada orang tuanya :?Saya ingin bertemu dengan ayah dan ibu saya.? ?Kami adalah orang tuamu,?jawab ibunya. ?Tidak,?Gnanatillaka bersikeras,?saya ingin bertemu dengan ibu dan ayah saya yang sesungguhnya. Saya akan memberitahukan kamu dimana mereka tinggal. Tolong antar saya ke sana.?

Gnanatillaka menjelaskan kepada orang tuanya bagaimana menuju rumah dimana orang tuanya yang sesungguhnya tinggal. Rumah itu terletak dekat penampungan teh di Talawakele, sekitar 30 mil dari tempat tinggalnya sekarang.

Kedua orang tua itu mengabaikan cerita gadis kecilnya yang aneh. Setelah berhari-hari berlalu, Gnanatillaka tetap meminta untuk diantar menemui ibu-ayahnya yang sesungguhnya.

Segera berita itu mulai tersebar. Beberapa professor dari Universitas Ceylon dan Bhikkhu Piyadassi Maha Thera juga mengetahui cerita itu. Mereka memutuskan untuk menelitinya. Mereka mendengarkan Gnanatillaka bercerita ketika ia menjadi seorang bocah laki-laki bernama Tilakaratna. Mereka (para peneliti itu) mencatat semua keterangan. Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Gnanatillaka, mereka bersama-sama dengan Gnanatillaka pergi menuju kerumah yang dijelaskan oleh Gnanatillaka.

Gnanatillaka belum pernah mengunjungi rumah itu di kehidupan yang sekarang, dia juga belum pernah mengunjungi daerah lokasi rumah itu. Juga kedua keluarga itu tidak saling kenal satu sama lain dan tidak saling mengetahui kehidupan masing-masing.

Ketika Gnanatillaka dan para peneliti itu memasuki rumah itu, Ganantillaka memperkenalkan para professor kepada kedua orang tua dirumah itu. ?ini adalah ayah dan ibu saya yang sebenarnya.?Lalu ia juga mengenalkan adik laki-lakinya dan kakak-kakak perempuannya. Gnanatillaka menyebut nama-nama kecil saudara-saudarinya dengan tepat.

Lalu kedua orang tua Gnanatillaka di kehidupan sebelumnya itu diwawancarai. Mereka menjelaskan sifat dan kebiasaan anak laki-laki mereka yang telah meninggal pada 9 November 1954. Ketika Gnanatillaka melihat bekas adik laki-lakinya dalam kehidupan lampau, ia menolak bertemu atau berbicara dengannya. Kemudian orang tua Gnanatillaka di kehidupan lampau menjelaskan bahwa kedua bersaudara itu selalu berkelahi dan bertengkar. Mungkin Gnanatillaka masih menyimpan dendam dari kehidupannya yang lampau ketika dia menjadi seorang anak laki-laki.

Ketika kepala sekolah setempat mendengar cerita tersebut, ia sendiri datang berkunjung. Ketika kepala sekolah memasuki rumah, Gnanatillaka memperkenalkannya sebagai gurunya.

Gnanatillaka juga dapat mengingat pelajaran-pelajaran dan pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya ketika ia menjadi anak laki-laki dikehidupan sebelumnya.

Gnanatillaka juga dapat menunjukkan tempat pemakaman dimana ia dimakamkan di kehidupannya yang terdahulu sebagai seorang anak laki-laki.

Dengan cepat cerita Gnanatillaka tersebar luas. Seorang peneliti spesialis kasus kelahiran kembali, Dr.Ian Stevenson dari Universitas Virginia, terbang dari Amerika ke Ceylon untuk menyelidiki kasus itu. Setelah penyelidikannya, Dr.Ian mengatakan bahwa kasus Gnanatillaka adalah salah satu peristiwa kelahiran kembali yang terbaik, baik segi bukti maupun dari aspek psikologis.

Sebuah buku menarik tentang kasus Gnanatillaka diterbitkan dalam bahasa Sinhala di Ceylon. Buku ini menyajikan foto-foto berserta bukti-bukti dokumentasi yang berhasil dikumpulkan.
=================================
Beberapa tahun yang lalu, telah terdapat bukti yang dikumpulkan dan didokumentasikan dimana mengkonfirmasikan bahwa kelahiran kembali itu adalah benar adanya. Terdapat beberapa kasus bahwa seseorang mampu mengingat kembali pengalamannya yang diperoleh dari kehidupan sebelumnya. Perincian detail mengenai tempat tinggal, orang-orang yang disebutkan hidup pada masa sebelumnya dapat dikonfirmasikan setelah dilakukan suatu penyelidikan.

Contoh yang sangat terkenal adalah kasusnya Bridey Murphy, dimana Ny.Ruth Simmons dari Amerika Serikat teringat akan kehidupan masa sebelumnya di Ireland 100 tahun lalu. Ny. Ruth Simmons mengatakan bahwa dia pernah hidup sebagai Bridey Murphy pada tahun 1789 dan dapat memberikan perincian sepenuhnya mengenai kehidupan Bridey Murphy. Perincian yang diberikan tersebut sempat diperiksa dan ternyata memang benar adanya. Walaupun pada kehidupan saat ini Ny. Ruth Simmons tidak pernah keluar dari Amerika Serikat.

Suatu contoh lainnya di Inggris, seorang perempuan bernama Ny. Naomi Henry teringat kembali akan dua kehidupan sebelumnya. Pada kehidupan satunya, dia teringat hidup sebagai wanita Irlandia di suatu desa bernama Greehalg, pada abad ke-17. Penelitian kasus tersebut sempat dilakukan dan ditemukan bahwa desa dengan nama tersebut memang ada sebelumnya. Pada kehidupan berikutnya, dia lahir sebagai seorang wanita Inggris yang bertugas sebagai perawat beberapa anak di kota Inggris yang bernama Downham pada tahun 1902. Penelitian yang dilakukan terhadap catatan resmi yang ada di kota Downham membuktikan bahwa wanita tersebut memang pernah ada.

Profesor Ian Stevenson dari University of Virginia, U.S.A. telah melakukan riset dan mempublikasikan hasil penemuannya terhadap dua puluh kasus kelahiran kembali. Kasus-kasus tersebut yang telah diverifikasi dan didokumentasikan secara baik tersebut, ditemukan pada berbagai negara termasuk Perancis, Itali, India, Sri Lanka dan Birma.
Minggu, 09 Januari 2011 0 komentar

Motivasi dan Inspirasi dari Beberapa Tokoh Dunia

1. Bunda Theresa
Jika Anda hanya berusaha menilai seseorang, maka Anda tidak akan pernah dapat menyayangi mereka
Jika kita tidak bisa mencintai orang-orang yang dapat kita lihat, Bagaimana kita bisa mencintai Tuhan yang tak terlihat?

2. Iwami Vivekananda
Jika Anda tidak menemui masalah apapun, maka Anda tidak akan pernah yakin bahwa Anda berada di jalan yang salah.



3. Adolf Hitler
Jika Anda menang, tak usah berkomentar. Pun, jika Anda kalah, tak usah beralasan.

4. Bennie Blair
Menang, bukan berarti menjadi “paling”. Tetapi menang, adalah karena Anda berusaha lebih baik dari sebelumnya.
 
5. William Shakesphere
Tiga kunci sukses :
a. Tahu lebih banyak dari orang lain.
b. Berusaha lebih keras dari orang lain.
c. Berharap lebih sedikit dari orang lain.

6. Charles
Jangan pernah mengkhianati empat hal dalam hidupmu :
a. Amanat
b. Janji
c. Hubungan
d. Hati / perasaan

7. Leo Tolstoy
Semua orang berpikir untuk mengubah dunia.. Tapi tak satupun berpikir untuk merubah dirinya sendiri…

8. Einstein
Jika seseorang merasa bahwa mereka tidak pernah melakukan kesalahan selama hidupnya, maka sebenarnya mereka tidak pernah mencoba hal-hal baru dalam hidupnya.

9. Bill Gates
Jika anda terlahir dalam kemiskinan itu bukanlah kesalahan anda, tapi jika anda mati dalam kemiskinan itu adalah kesalahan anda. 
0 komentar

Istana Potala Tibet – Istana Berlapis Emas

Istana Potala terletak di Bukit Merah di pusat kota Lhasa Daerah Otonom Tibet Tiongkok. Istana yang besar dan megah itu dibangun mengikuti topografi bukit dan dijuluki “mutiara di atap dunia”. Istana Potala adalah karya representatif arsitektur etnis Tibet yang cemerlang, juga salah satu bangunan zaman kuno yang paling terkenal di Tiongkok.

Istana Potala adalah tempat kegiatan politik, agama dan tempat tinggal Dalai Lama Tibet dari masa ke masa. Istana tersebut juga merupakan bangunan bertingkat paling besar yang ada di Tibet sekarang ini. Menurut catatan dokumen, Istana Potala mulai dibangun pada masa berkuasanya Songtsan Gambo Dinasti Tibet abad ke-7 Masehi, merupakan pusat politik masa itu. Istana Potala pada waktu itu disebut sebagai Istana Bukit Merah. Skalanya sangat besar dengan dilingkari tiga lapis pagar tembok. Di dalam istana itu terdapat seribu balairung. Pada abad ke-9, Dinasti Tibet tercerai berai dan Tibet terjurumus dalam kekacauan perang selama waktu panjang. Istana Bukit Merah pun berangsur-angsur terbengkalai.

Pada tahun 1645, Istana Potala dibangun kembali oleh Dalai Lama Ke-5. Proyek utama pembangunan kembali istana itu memakan waktu kira-kira 50 tahun. Kemudian, pembangunan dilanjutkan dengan memakan waktu 300 tahun. Istana Potala yang bertingkat 13 tingginya 110 meter, merupakan struktur batu dan kayu. Tembok istana terbuat dari batu granit, yang paling tebal mencapai 5 meter. Dasar tembok berisi mencapai lapisan batu, di dalam tembok luar diisi cairan besi untuk meningkatkan keutuhan seluruh bangunan dan daya tahan terhadap gempa bumi, sedang di atasnya dilengkapi hiasan terbuat dari emas untuk penangkal petir.
 
Selama ratusan tahun ini, Istana Potala telah mengalami berkali-kali sambaran petir dan gempa bumi, tapi bangunan itu tetap berdiri kukuh. Istana Potala terutama terdiri dari Istana Putih di bagian timur sebagai tempat tinggal Dalai Lama, Istana Merah di bagian tengah yang merupakan balairung pemujaan Buddha dan pagoda persemayaman arwah Dalai Lama serta rumah biksu berwarna putih di bagian barat. Di depan Istana Merah terdapat sebuah tembok putih yang tinggi, tempat menggantungkan permadani besar bergambar Buddha pada hari raya agama. Walaupun bangunan-bangunan di Istana Potala dibangun pada masa yang berbeda, namun seluruh bangunan istana tampak sangat megah dan selaras karena dengan cerdik memanfaatkan topografi bukit, sehingga mencapai taraf sangat tinggi dalam estetika seni bangunan.












Source : www.google.co.id & www.googlebottle.com
0 komentar

Flu dan Vitamin C

Perubahan cuaca yang tiba-tiba seringkali membuat daya tahan tubuh kita menurun dan menjadi sangat rentan terhadap penyakit. Jika daya tahan tubuh kita sudah menurun, virus yang menyebabkan penyakit batuk, pilek, dan sakit perut seperti diare akan mudah menghampiri dan mulai menyerang kita.

Biasanya dalam kondisi yang demikian, antibiotik menjadi andalan untuk mengatasi gangguan penyakit-penyakit tersebut. Padahal sebenarnya tubuh kita telah memiliki mekanisme sistem kekebalan yang digunakan untuk menangkal faktor atau zat yang berasal dari luar tubuh yang dapat membahayakan kesehatan kita.

Karena kekebalan tubuh bersifat dinamis dan virus mampu bermutasi, maka kita harus mempunyai gaya hidup yang sehat untuk dapat memperkuat pertahanan tubuh kita. Saat ini banyak bermunculan penyakit-penyakit baru yang berbahaya, seperti virus Flu Burung . Flu merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus sehingga menyebabkan peradangan pada pada sistem pernafasan kita. Selama ini, vitamin C bukan hanya dikenal sebagai primadona-nya vitamin, tetapi banyak orang yang menggunakannya sebagai penangkal flu dan mengobati sariawan.

Berdasarkan penelitian Dr. Linus Pauling diketahui bahwa vitamin C memiliki kemampuan untuk menghambat partikel virus agar tidak menyebar melalui sel dan jaringan tubuh. Selain itu, vitamin C juga mengurangi kekampuan molekul oksigen sampai menjadi radikal bebas dan kemudian menghancurkan asam nukleat virus.

Melihat manfaat yang bisa kita peroleh dari vitamin, rasanya tidak salah jika mulai membiasakan diri untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin C dalam tubuh kita dengan gaya hidup sehat dan selalu mengonsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin C, seperti buah jambu batu, jeruk, apel, kapri, daun pepaya dan lain sebagainya.

Tips mencegah flu, antara lain:

* Biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun
* Minum banyak air putih, minimal 8 gelas sehari
* Usahakan menghindari orang lain yang terkena flu
* Jaga selalu daya tahan tubuh dengan cukup istirahat, konsumsi makanan yang bergizi, olahraga yang teratur dan selalu memenuhi kebutuhan vitamin C

Source: www.googlebottle.com
0 komentar

Minum Air Putih

Jangan Minum Air Putih Sesaat Sebelum Makan

Untuk mengurangi makan berlebih banyak orang minum air terlebih dahulu sesaat sebelum makan. Sebaiknya hilangkan kebiasaan itu, jika ingin minum sebelum makan lakukanlah satu jam sebelum waktu makan.
Mengonsumsi air terlalu banyak tepat sebelum makan memang membuat Anda kehilangan nafsu makan karena lambung menjadi penuh. Tapi minum air sesaat sebelum makan akan membuat proses penyerapan makanan oleh enzim menjadi lebih sulit, karena air yang diminum butuh waktu 30 menit mengalir dari lambung menuju usus. Sehingga jika minum sesaat sebelum makan, belum sempat air menuju usus sudah ditambah dengan makanan yang membuat enzim bekerja lebih sulit.
Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, seperti dikutip dari karangannya, ‘The Miracle of Enzyme’, Sabtu ( 20/2/2010 ), menyarankan agar minum air putih dilakukan 1 jam sebelum waktu makan. Seperti halnya tanaman, menurutnya ada periode yang baik untuk minum karena pengairan yang berlebihan pada tanaman akan membuat tanaman menjadi busuk dan layu. Sehingga ada periode waktu yang sesuai untuk tubuh minum air.
Cara ideal untuk mencukupi kebutuhan air untuk tubuh adalah:
1 – 3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2 – 3 gelas, 1 jam sebelum makan siang
2 – 3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.

Menurutnya yang harus diperhatikan adalah minum air setelah bangun tidur, karena cairan yang hilang harus cepat diganti saat bangun tidur.

Profesor Hiromi tidak menyarankan minum air sebelum tidur, tapi jika sangat haus bisa dilakukan satu jam sebelum waktu tidur. Minum air sesaat sebelum tidur bisa mencegah terjadinya aliran balik. Walaupun hanya air, jika bercampur dengan asam lambung bisa memasuki tenggorokan dan terhirup ke dalam paru-paru yang dikhawatirkan risiko menderita pneumonia.
Biasakanlah tidur dengan perut kosong karena tenggorokan dirancang agar tidak ada yang masuk ke dalamnya selain udara. Jika masih ada makanan atau minuman, isi lambung akan meluap naik menuju kerongkongan saat Anda merebahkan diri. Saat itu terjadi, tubuh akan menyempitkan saluran pernapasannya dan menghentikan pernapasan Anda untuk mencegah isi lambung memasuki tenggorokan.
Banyak kejadian orang meninggal akibat serangan jantung pada dini hari. Penyebabnya adalah karena asam yang mengalir balik sebagai akibat makan atau minum larut malam, dan berakhir pada tertutupnya saluran pernapasan, kemudian napas jadi tidak teratur, kadar oksigen dalam darah berkurang dan akhirnya kurang persediaan oksigen menuju otot jantung.
Diakuinya, kebutuhan minum tiap orang berbeda, tapi biasakan untuk minum air 6 – 8 gelas per hari ( 1,5 – 2 liter ) untuk orang dewasa. Jika cuaca sangat panas misalnya maka orang akan membutuhkan minum yang lebih banyak. Sebaliknya orang yang mengalami sistem pencernaan lemah dapat mengalami diare jika minum terlalu banyak.
Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya. Hanya saja tetap perhatikan waktu-waktu untuk minum yang ideal, di luar kebutuhan minum lainnya.
Jika kebutuhan air terpenuhi dengan baik, maka Anda akan jarang terkena sakit. Saat kebutuhan air terpenuhi, air akan melembabkan area-area dalam tubuh yang mudah diserang oleh bakteri dan virus seperti daerah bronkus (pipa saluran pernapasan), mukosa lambung dan usus. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh menjadi aktif sehingga area-area tersebut menjadi sulit diserang virus atau bakteri.
Sebaliknya jika air yang dikonsumsi kurang, membran mukus pada bronkus akan mengalami dehidrasi dan mengering, dimana dahak dan lendir diproduksi dalam bronkus. Jika tidak ada air yang cukup, maka dahak dan lendir akan menempel pada bronkus, yang kemudian menjadi tempat berkembangbiaknya virus dan bakteri.
Air penting bagi tubuh. Jika tidak ada air orang tidak hanya kekurangan gizi, tapi kotoran dan racun juga akan terkumpul di dalam sel dan tidak dapat dikeluarkan. Efek buruknya, racun yang terakumulasi itu akan merusak sel-sel gen yang salah satunya bisa menyebabkan berubahnya gen menjadi sel kanker.

Source: www.googlebottle.com
0 komentar

Manfaat Garam

Menurut Institut Salt, garam memiliki lebih dari 14.000 kegunaan yang sudah diketahui, dan setiap orang Amerika sepanjang hidup mereka masing-masing mengonsumsi lebih dari 16 ton garam.
Berikut sedikit penggunaan dari garam:
Garam sebagai bahan poles
Dengan mencampurkan garam dan cuka menjadi sebuah adonan kental, maka ia dapat dipakai untuk menggosok dan membuat kilap benda dari perak dan tembaga. Gunakan sehelai kain lembut untuk penggunaannya dan gosokkan, lalu bilas bersih dengan air, kemudian keringkan.

Pembersih
Ini adalah sesuatu yang saya pe-lajari selama bekerja di supermarket saat masih muda. Untuk tumpahan minyak dan telur, tutupi area yang terkena noda dengan garam, maka akan menjadi lebih mudah untuk mengangkat noda tersebut.

Garam sebagai pembersih pipa saluran
Garam dan air panas dalam jumlah yang sebanding yang kita tuang ke dalam saluran pipa akan dapat membantu menghilangkan bau tak sedap dan dapat membantu melarutkan minyak, juga membantu memperpanjang usia pipa. Tetapi cara ini mungkin sebaiknya tidak dipakai pada sistem pembuangan air limbah kotor, yang mungkin dapat membunuh bakteri baik yang berperan sangat penting untuk menghancurkan zat padat.

Membebaskan jendela kaca dan kaca mobil dari embun

Bersihkan bagian dalam jendela kaca di rumah dan mobil Anda dengan spons yang telah dicelupkan ke dalam larutan air garam, lalu keringkan. Cara ini akan membantu mencegah pengembunan selama cuaca dingin. Selain itu, dengan menggosokkan kain kecil yang telah dibasahi dengan garam pada kaca bagian depan mobil Anda, maka juga dapat mencegah pengembunan. Pada iklim bersalju, cara ini dapat mencegah terbentuknya es pada kaca.

Menggosok periuk dan panci
Tuangkan garam kasar ke atas perlengkapan masak berminyak sebelum penggosokan untuk membantu menghilangkan lemak-lemak yang menempel.

Menghilangkan noda teh dan noda kopi
Untuk menyingkirkan noda teh dan kopi pada cangkir dan karaf anggur (sejenis bejana untuk minuman anggur), taburkan garam ke atas sponge dan usapkan dengan gerakan berputar-putar pada waktu menggosok noda yang menempel.

Mensterilkan spons
Spons pembersih yang biasanya digunakan untuk keperluan dapur adalah tempat perkembangbiakan yang sempurna bagi berbagai macam bakteri tidak baik. Dengan merendam spons ke dalam larutan garam kadar tinggi, dapat membantu membasmi bakteri-bakteri tersebut.

Penakluk serangga
Tuangkan garam pada tempat-tempat dimana semut sering berkerumun, dengan cara searah garis untuk mencegah semut-semut tersebut lewat.

Cara paling bersahabat untuk membasmi gulma
Campuran garam dan air panas dengan perbandingan 1 : 3 dapat dituang secara langsung ke atas gulma untuk membasmi mereka.

Pencuci mulut dan obat kumur
Larutkan sekitar seperempat sendok teh garam ke dalam setengah sendok makan air hangat. Ratakan ke seputar mulut Anda lalu kumur-kumur. Saya juga telah merasakan manfaatnya, ini benar-benar membantu ketika berhadapan dengan sakit gigi.

Papan potong yang berbau tidak sedap
Papan potong dengan bau yang tidak sedap menandakan adanya bakteri, dan ini bukan hanya masalah bau pada papan potong, tetapi juga merupakan masalah kesehatan. Bakteri dapat dihilangkan dengan garam, oleh sebab itu usapkan garam pada area papan potong Anda yang beraroma tidak sedap, biarkan sebentar lalu bilas, papan potong Anda akan menjadi berbau segar dan menjadi bebas bakteri!

Pemadam kebakaran
Simpan sekotak garam sedekat mungkin sebagai alat pemadam api pada saat keadaan darurat untuk memadamkan kebakaran akibat minyak. Tetapi ia tidak boleh menggantikan alat pemadam api yang sesungguhnya, hanya untuk menjadi cadangan yang baik.

Pembersih setrika
Berkali-kali, setrika besi mengangkat sedikit demi sedikit kotoran yang mengakibatkan mereka menempel ketika Anda menggosok pakaian Anda. Untuk menghilangkan segala macam kotoran tersebut, taburkan garam ke atas selembar kertas dan lalu disetrika di atasnya. Gunakan sedikit uap panas untuk membersihkan pancaran air sesudah melakukan hal ini dan juga bersihkan alas setrika dengan sehelai kain lembab ketika sudah tidak panas.
(Michael Bloch/The Epoch Times/mer)

Ada lagi, pada saat mandi:
1) Campur 1/2 sudu teh garam kedalam segelas air mineral. Gunakan untuk membasuh mata yang keletihan.
2) Campurkan garam dengan baking soda dalam jumlah yang sama banyak. Ia berguna sebagai pencuci mulut (berkumur) untuk kesegaran nafas.
3) Campur satu teh garam dengan air panas untuk merendam kapas. Gunakan kapas untuk menjaram bahagian mata yang bengkak/sembap.
4) Rendam kaki yang keletihan dengan campuran air suam panas dengan segenggam garam. Basuh dengan air sejuk. Kaki akan terasa segar semula.
5) Masih dalam keadaan basah selepas mandi, urutkan tubuh, kaki dan tangan dengan garam. Hasilnya sel-sel mati akan terkeluar dan pusingan sel kulit akan meningkat
6) Campurkan garam secukupnya dengan minyak zaitun. Dengan cara yang lembut dan perlahan dengan tarikan arah atas, urutkan campuran tersebut ke wajah dan leher. Biarkan 5-10 minit kemudian cuci. Facial ringkas ini akan menyegarkan tubuh.


Source: www.googlebottle.com
Sabtu, 08 Januari 2011 0 komentar

Resiko Fatal Penggunaan Ponsel Terus-menerus

Tidak bisa dipungkiri bahwa telepon seluler (ponsel) telah banyak menghadirkan berbagai kemudahan dalam hidup manusia. Meski banyak diperdebatkan, banyak kalangan khawatir akan dampak negatif dari radiasi yang ditimbulkan.
 

Penelitian terbesar yang pernah dilakukan tentang bahaya ponsel telah membantah adanya risiko kanker otak pada penggguna ponsel. Penelitian yang dilakukan sendiri oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) tersebut menunjukkan risikonya tidak terlalu besar untuk dikhawatirkan.

Namun penelitian terbaru di India kembali menegaskan adanya ancaman kanker terutama pada anak dan remaja. Sang peneliti, Prof Girish Kumar bahkan mengatakan bahaya radiasi juga terdapat di sekitar menara Base Transceiver Station (BTS).
"Satu BTS bisa memancarkan daya 50-100W. Negara yang punya banyak operator seluler seperti India bisa terpapar daya hingga 200-400W. Radiasinya tak bisa dianggap remeh, bisa sangat mematikan," ungkap Prof Kumar.

Dikutip dari DNAindia, berikut ini sejumlah dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat radiasi yang berlebihan dari ponsel dan menara BTS:

1. Risiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat penggunaan ponsel. Makin muda usia pengguna, makin besar dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel.
2. Bukan hanya pada anak dan remaja, pada orang dewasa radiasi ponsel juga berbahaya. Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama 10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli).
3. Radiasi ponsel juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian, penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen.
4. Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker.
5. Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.
6. Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan.
7. Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.
8. Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang pendengaran (tuli). Radiasi ponsel yang terus menerus bisa memicu tinnitus (telinga berdenging) dan kerusakan sel rambut yang merupakan sensor audio pada organ pendengaran.
9. Akibat pemakaian ponsel yang berlebihan, frekuensi radio yang digunakan (900 MHz, 1800 MHz and 2450 MHz) dapat meningkatkan temperatur di lapisan mata sehingga memicu kerusakan kornea.
10. Emisi dan radiasi ponsel bisa menurunkan kekebalan tubuh karena mengurangi produksi melatonin. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan persendian serta memicu rematik.
11. Risiko kanker di kelenjar air ludah meningkat akibat penggunaan ponsel secara berlebihan.
12. Medan magnetik di sekitar ponsel yang menyala bisa memicu kerusakan sistem syaraf yang berdampak pada gangguan tidur. Dalam jangka panjang kerusakan itu dapat mempercepat kepikunan.
13. Medan elektromagnetik di sekitar BTS juga berdampak pada lingkungan hidup. Burung dan lebah menjadi sering mengalami disorientasi atau kehilangan arah sehingga mudah stres karena tidak bisa menemukan arah pulang menuju ke sarang.
 
Source: http://terselubung.blogspot.com/2011/01/13-resiko-fatal-penggunaan-ponsel-terus.html
0 komentar

Ujian Nasional SMA/MA/SMK 18-21 April 2011

Ujian nasional tahun pelajaran 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan diselenggarakan 18-21 April 2011. Sementara jenjang sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan dilaksanakan 25-28 April 2011.
Jadwal UN ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46 tentang Pelaksanaan UN SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2010/2011 yang ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh Senin (4/1/2011) di Jakarta.
Dalam UN April mendatang sudah digunakan formula baru untuk menentukan kelulusan yaitu nilai gabungan antara nilai UN dengan nilai sekolah yang meliputi ujian sekolah dan nilai rapor.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly mengatakan, UN Susulan SMA/MA/SMK akan dilaksanakan 25-28 April 2011 dan pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011.
Sementara UN Susulan SMP/MTs diselenggarakan 3-6 Mei 2011, sedangkan pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada tanggal 4 Juni 2011. "UN kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan sekolah paling lambat sebulan sebelum UN dimulai," kata Mansyur.
Sebelum kelulusan diumumkan, sekolah mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai UN ke Kemdiknas. Selanjutnya, setelah digabungkan dengan formula 60 persen UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah, nilai tersebut dikembalikan lagi ke sekolah. Sekolah menggabungkan nilai dengan mata pelajaran lain. "Kan ada tujuh mata pelajaran lain yang harus lulus. Yang menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan," kata Nuh.
Nuh melanjutkan, dari peta nilai akan dilakukan analisis setiap sekolah. Sekolah yang nilainya rendah akan dilakukan intervensi seperti tahun 2010 yakni memberikan insentif dana sebesar Rp 1 miliar sebagai stimulus kepada 100 kabupaten/kota yang memiliki nilai UN rendah.
Insentif dana itu diberikan pada kabupaten/kota dengan persentase kelulusan siswa kurang dari 80 persen. Selain dana, pemerintah juga melakukan intervensi program peningkatan kompetensi guru dan remedial. "Tidak ada target khusus kelulusan siswa. Targetnya kejujuran pelaksanaan UN. Itu yang lebih mahal karena dari angka kelulusan tahun lalu sudah 99 persen," kata Nuh.

Source: Kompas
0 komentar

Dhamma Sutta's Yearly Activities 2009/2010 on Youtube!

"Full of great memories.."


Sejarah Singkat
Dhamma Sutta SMA Negeri 1 Tangerang adalah organisasi pelajar buddhis SMA Negeri 1 Tangerang.
Dibentuk tanggal 22 Agustus 1998 oleh Ko Royepno dkk.
Sebelum kepilih nama DhamSutt, ada 3 calon nama yaitu RODHA ( Rohani Buddha), PRABU SMANITRA (Persatuan Pelajar Buddhis SMAN 1 Tangerang), dan Dhamma Sutta (Dhamma SMAN 1 Tangerang). Ternyata yang terpilih Dhamma Sutta dengan suara mayoritas 89,37 %.
Suatu wadah perkumpulan pelajar Buddhis yang ada di SMA Negeri 1 Tangerang.
Tujuan didirikannya Dhamma Sutta :
1. Mempererat persaudaraan sesama pelajar Buddhis SMAN 1 Tangerang tanpa berusaha menjauhkan diri dari belajar beragama lain.
2. Meningkatkan aktivitas dan mengembangkan kreativitas pelajar Buddhis dalam bidang kemasyarakatan, pendidikan, kebudayaan, dan pelayanan kemanusiaan lainnya.
Sejarah ketua DS dari mulai dibentuk sampai sekarang :
1. Periode 1, ketuanya Royepno Dharmaga, dengan masa bakti 22 Agustus 1998 - 19 Desember 1998
2. Periode 2, ketuanya Johanes, dengan masa bakti 19 Desember 1998 - 30 januari 2000
3. Periode 3, ketuanya Sucipto, dengan masa bakti 30 Januari 2000 - 28 Januari 2001
4. Periode 4, ketuanya Heliyani Wijaya, dengan masa bakti 28 Januari 2001 - 13 Januari 2002
5. Periode 5, ketuanya Slamet Riyadi dengan masa bakti 13 Januari 2002 - September 2002
6. Periode 6, ketuanya John Pite, dengan masa bakti 29 September 2002 - 22 September 2003
7. Periode 7, ketuanya Teguh Hermawan, dengan masa bakti 22 September 2003 - 12 November 2004
8. Periode 8, ketuanya Ferry Hartanto, dengan masa bakti 12 November 2004 - 4 Desember 2005
9. Periode 9, ketuanya Andreas Natius, dengan masa bakti 4 Desember 2005 - 2 Desember 2006
10. Periode 10, ketuanya Sukha Adi Putra, dengan masa bakti 2 Desember 2006 - 17 November 2007
11. Periode 11, ketuanya Jimmy Chandra, dengan masa bakti 17 November 2007 - 15 Agustus 2008
12. Periode 12, ketuanya Willy Lazuardi, dengan masa bakti 15 Agustus 2008 - 28 November 2009
13. Periode 13, ketuanya Sandi Yap, dengan masa bakti 28 November 2009 - 9 November 2010
14. Periode 14, ketuanya Indah Pertiwi, dengan masa bakti 9 November 2010 - sekarang

Nah, utk video ini, khusus dibuat oleh kepengurusan 2009/2010 yang diketuai oleh Sandi Yap.
Semoga Bermanfaat dan bisa memotivasi organisasi2 lainnya.. :)

 
;