Di sebuah kerajaan, karena kesibukan sang raja memerintah, permaisurilah yang menemani dan sangat memanjakan sang pangeran. Pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, kurang sopan santun, dan malas belajar. Raja sangat sedih memikirkan sikap pangeran muda. Bagaimana nasib negeri ini nantinya?
Kapal ini seharga $1.5 Dollar AS.kapal pesiar ini mempunyai dek sebanyak 17 lantai ,yang total tingginya setara dengan gedung 20 lantai.panjangnya dari ujung haluan sampai buritan 360 meter.kapal pesiar ini juga memiliki 2700 kabin dan bisa mengakomodasi 6300 penumpang serta 2100 kru.
Besarnya tiga kali lipat ketimbang kapal pesiar Titanic yang legendaris .kapal ini milik perusahaan Royal Caribien Internasional yang terkenal dalam dunia pelayaran.bobot kapal ini 225.285 ton.proses pembuatannya memakan waktu tiga tahun.di kerjakan oleh perusahaan pembuat kapal STX finland di Turku.finlandia ,tak kurang 2800 pekerja ikut terlibat di dalamnya.
Mau lihat foto-fotonya? Cek aja langsung di sini! :)
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang diri membesarkan anaknya, dan disaat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.
Menurut pemerhati budaya Tionghoa, Goh Pei Ki dalam bukunya ”Origin of Chinese Festival”, di negeri asalnya perayaan ini dimaksudkan untuk menyambut datangnya musim dingin. ”Ketika itu pada musim dingin, di daratan sangat dingin dan sarana kesehatan minim sehingga banyak penduduk yang meninggal. Maka pada festival itu orang sengaja berkumpul untuk makan makanan yang diberi nama Tang Yuan (onde di Indonesia) secara bersama,” tuturnya.
Sebenarnya Tang Ceh atau dikenal juga dengan perayaan A Swee sendiri jatuh antara bulan Cap-gwee (bulan sepuluh) atau Cap-it-gwee (bulan sebelas) penanggalan Imlek. Namun menurut Marcus A.S dalam bukunya ”Hari-hari Raya Tionghoa” disebutkan perayaan ini tidak menentu karena adanya pengaruh penanggalan tahun Tiongkok. Sehingga jatuhnya tidak selalu tepat tiap tahun. Tapi yang menarik penanggalan masehi biasanya selalu jatuh pada tanggal 22 Desember.
Inilah pengamatan yang saya lakukan saat Tim Nasional Sepakbola Indonesia bertanding. Saya yakin kalau kita semua tahu bahwa masyarakat Indonesia sangat menyenangi Sepakbola.
Saya yakin kalau seluruh masyarakat berharap Indonesia bisa menang dan selalu menang. Mereka support Tim Nasional ketika mereka sedang berjaya.
Kebakaran hutan yang terjadi karena konversi lahan, penebangan liar, dan juga penambangan bukan hanya menimbulkan pencemaran udara, tapi juga rusaknya ekosistem alami hutan. Salah satu bagian penting dari ekosistem hutan Indonesia adalah populasi orangutan, primata khas Indonesia.
Orangutan atau biasa juga dipanggil “Mawas”, adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat. Mereka hidup di hutan tropika Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Istilah Orangutan itu sendiri diambil dari bahasa Melayu yang berarti “manusia hutan”. Orangutan mencakup dua spesies, yaitu Orangutan Sumatera (Pongo Abelii) dan Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus).
Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama
Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku 'tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama
Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku 'tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama
Dinyanyikan oleh Kenny
Sumber : http://lirik.kapanlagi.com/
Zhang Da, seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.
Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.
Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.
One Man, One Mission, No Chance. Yah, sepenggal kata yang tertulis di poster Johnny English ini menggambarkan tentang seorang pria bernama Johnny English. Kali ini ceritanya jauh lebih menarik dari sebelumnya.
Johnny English Reborn merupakan sebuah film komedi asal Inggris yang memparodikan agen rahasia James Bond. Film ini merupakan sekuel dari film sebelumnya yang berjudul Johnny English pada tahun 2003. Film ini dibintangi oleh Rowan Atkinson yang juga berperan di film serupa pada tahun 2003 lalu.
Berikut ini adalah sinposis ceritanya.
Selain itu, kita juga perlu berbangga hati nih, ternyata di Indonesia juga ada taman Jepang loh.
Lokasinya berada di Taman Bunga Nusantara, Bogor.
Di bawah ini adalah beberapa foto dari berbagai sumber yang saya kumpulkan.
Apa yang terbayang di benak kalian saat mendengarkan istilah 'makanan sisa'?
Hmm, pasti kebanyakan dari kalian berpikir makanan sisa adalah makanan yang tidak habis dimakan. Kalau berbicara dalam konteks Bahasa Indonesia, arti makanan sisa itu memang benar. Tapi dalam konteks kai ini, makanan sisa adalah sebuah ungkapan.
Saya mengetahui ungkapan ini ketika saya mendengarkan cerita tentang seorang murid Sang Buddha, yaitu Visakha. Inilah Ceritanya:
Cerita ini dikutip dari buku Membuka Pintu Hati berdasarkan pengalaman Y.M. Ajahn Brahm ketika beliau memimpin kelas meditasi di sebuah penjara. Beliau merupakan seorang bhikkhu yang berasal dari Barat, namun terlatih dalam tradisi hutan Thai.Saya (Y.M Ajahn Brahm) tiba lebih awal untuk memimpin kelas meditasi di sebuah penjara dengan pengamanan minim. Seorang narapidana yang tak pernah saya jumpai sebelumnya, telah menunggu untuk berbicara dengan saya. Dia seorang manusia sebesar raksasa dengan rambut seperti semak belukar, berjanggut, dengan lengan-lengan penuh tato; bekas luka di wajahnya memberitahukan saya bahwa dia telah mengalami banyak perkelahian sadis. Dia terlihat begitu menakutkan sampai-sampai saya heran kenapa dia datang untuk belajar meditasi. Dia bukan jenis orang yang belajar meditasi. Tentu saja saya salah.
Kenal Kera Sakti? Atau mungkin lebih tepatnya Sun Go Kong? Mungkin banyak dari para pembaca yang sudah sering mendengar namanya atau bahkan sudah menonton filmnya.
Bagi teman-teman yang belum tahu ceritanya, saya akan mencoba menceritakannya secara singkat dan jelas. Cerita ini terdiri dari 4 tokoh utama, yaitu Sun Go Kong (Sun Wukong) yang terkenal sebagai kera yang memiliki kesaktian tinggi, Tie Pat Kai (Chu Pa-chieh) berwujud seperti babi yang dikenal sebagai pecinta para wanita, Wu Ching (Sha Ho-shang) yang merupakan adik dari Sun Go Kong dan Pat Kai, serta Biksu Tong (Hsuan-tsang) yang merupakan guru dari ketiga tokoh lainnya.
Dari yang tidak ada, menjadi sesuatu yang ada...
Yah, itulah maksud dari seminar yang saya ikuti hari ini. Harus dalam arti yang positif ya.
Banyak permasalahan yang muncul saat masuk kuliah;
Salah jurusan, masih bingung mau jadi apa, males belajar, dll. Itulah yang dinamakan dengan tantangan sebagai mahasiswa.
Berikut ini sedikit saya share tentang apa yag saya dapatkan dari seminar tadi;
Yah, itulah maksud dari seminar yang saya ikuti hari ini. Harus dalam arti yang positif ya.
Banyak permasalahan yang muncul saat masuk kuliah;
Salah jurusan, masih bingung mau jadi apa, males belajar, dll. Itulah yang dinamakan dengan tantangan sebagai mahasiswa.
Berikut ini sedikit saya share tentang apa yag saya dapatkan dari seminar tadi;
Ternyata gak semua yang kita rencanakan sesuai dengan apa yang ada di kenyataan.
Itulah yang terjadi pada saya. Ketika tujuannya mau menghemat ongkos pulang dari kampus di alam sutra (saat itu lagi jadi angkoters), malah rugi lebih dari rencana penghematannya yang cuma 5ribu, yaitu rugi 25ribu (lumayan buat beli bakso 3 mangkok (2 pedes, 1 kagak *loh)).
Begini ceritanya:
Itulah yang terjadi pada saya. Ketika tujuannya mau menghemat ongkos pulang dari kampus di alam sutra (saat itu lagi jadi angkoters), malah rugi lebih dari rencana penghematannya yang cuma 5ribu, yaitu rugi 25ribu (lumayan buat beli bakso 3 mangkok (2 pedes, 1 kagak *loh)).
Begini ceritanya:
Sudah pernahkah Anda naik Bus Kota? Kalau sudah pernah, saya yakin itu adalah pengalaman baru bagi Anda. Kalau belum, saya menyarankan Anda untuk mencobanya. hahaha.
Artikel ini berawal ketika saya pergi ke Kampus saya di daerah Palmerah, Jakarta Barat.
Sedikit prolog, saya ke tempat tujuan menggunakan kendaraan umum, yaitu Bus Kota yang transit di Kebon Jeruk. Masuk ke dalam bus, duduk di bagian paling depan. Busnya ber-AC, dengan harga 5.500 IDR, termasuk murah. hahaha. Hebatnya lagi, ada hiburannya loh, yaitu entertainer jalanan, yang biasa beraksi dari satu bus ke bus lainnya.
Artikel ini berawal ketika saya pergi ke Kampus saya di daerah Palmerah, Jakarta Barat.
Sedikit prolog, saya ke tempat tujuan menggunakan kendaraan umum, yaitu Bus Kota yang transit di Kebon Jeruk. Masuk ke dalam bus, duduk di bagian paling depan. Busnya ber-AC, dengan harga 5.500 IDR, termasuk murah. hahaha. Hebatnya lagi, ada hiburannya loh, yaitu entertainer jalanan, yang biasa beraksi dari satu bus ke bus lainnya.
Sebelum kita masuk ke pembahasan, sebaiknya kita baca artikel berikut ini:
Never Judge A Book by Its Cover
Cerita yang simpel tapi penuh makna. Cerita yang ada di buku 'Si Cacing & Kotoran Kesayangannya 2' yang berjudul 'Kerugian Harvard'.
Intinya: Berhati-hatilah pada penilaian dan persepsi Anda!
Artikel kali ini akan membahas mengenai hal tersebut. Kenapa dibahas? Karena inilah yang gw rasakan selama seminggu terakhir ini. hahaha. Artikel yang gw bikin semua berdasarkan dari apa yang gw alami, amati, dan memang menarik untuk dibahas.
Never Judge A Book by Its Cover
Cerita yang simpel tapi penuh makna. Cerita yang ada di buku 'Si Cacing & Kotoran Kesayangannya 2' yang berjudul 'Kerugian Harvard'.
Intinya: Berhati-hatilah pada penilaian dan persepsi Anda!
Artikel kali ini akan membahas mengenai hal tersebut. Kenapa dibahas? Karena inilah yang gw rasakan selama seminggu terakhir ini. hahaha. Artikel yang gw bikin semua berdasarkan dari apa yang gw alami, amati, dan memang menarik untuk dibahas.
Sudah hampir 1 minggu gw selalu ke Jakarta. Melihat gedung-gedung tinggi, mobil yang bagus-bagus, pokoknya sangat modern deh.
Yah, memang sangat mengikuti perkembangan zaman. Serba modern, banyak sekali makanan luar negeri yang merambah di pasar Jakarta. Mobil pun beraneka macam, dari berbagai macam merk yang terkenal. Orangnya berdasi, memakai kemeja lengan panjang, memakai jas, dan bawa koper.
Wuih, gambaran yang mantap ya! Hahaha.
Yah, itulah gambaran 'kecil' di Jakarta. Lalu, muncul pertanyaan: Kalau itu gambaran kecil, gambaran besarnya apa dan bagaimana?
Langganan:
Postingan (Atom)








- Follow Me on Twitter!
- "Add Me as Your Friend on Facebook!
- RSS
Contact