Jumat, 04 November 2011

Cerita Kera Sakti dan Kehidupan

Kenal Kera Sakti? Atau mungkin lebih tepatnya Sun Go Kong? Mungkin banyak dari para pembaca yang sudah sering mendengar namanya atau bahkan sudah menonton filmnya.

Bagi teman-teman yang belum tahu ceritanya, saya akan mencoba menceritakannya secara singkat dan jelas. Cerita ini terdiri dari 4 tokoh utama, yaitu Sun Go Kong (Sun Wukong) yang terkenal sebagai kera yang memiliki kesaktian tinggi, Tie Pat Kai (Chu Pa-chieh) berwujud seperti babi yang dikenal sebagai pecinta para wanita, Wu Ching (Sha Ho-shang) yang merupakan adik dari Sun Go Kong dan Pat Kai, serta Biksu Tong (Hsuan-tsang) yang merupakan guru dari ketiga tokoh lainnya.

Mereka berempat dipertemukan dalam waktu yang berbeda dan akhirnya berkumpul bersama dalam melaksanakan satu misi, yaitu melakukan perjalanan  ke barat mengambil kitab suci. Di dalam perjalanan, mereka menemukn hambatan-hambatan yang menghadang mereka, banyak siluman-siluman, mencoba merusak kebersamaan mereka, menghancurkan semangat mereka untuk melanjutkan perjalanan, dll. Tetapi mereka akhirnya mampu menuju ke barat dan berhasil mengambil kitab suci.

Okay, itu saja sekilas gambaran tentang cerita Sun Go Kong. Hmm, menarik bukan? Ceritanya sangat menghibur, bahkan saya tidak bosan-bosannya menonton filmnya walaupun sudah beberapa kali menontonnya. Namun, di balik ceritanya yang sangat menghibur semua orang dari berbagai macam kalangan, ternyata cerita ini juga memliki makna yang penting dalam kehidupan. Kali ini saya akan membahas hal-hal yang seharusnya kita ketahui dalam cerita ini.

1. Tantangan

Ya, tantangan selalu dihadapi oleh keempat tokoh utama. Di awal cerita, ketiga murid Biksu Tong dipertemukan di tempat dan waktu yang berbeda, diawali dari Sun Go Kong, Pat Kai, lalu Wu Ching. Mereka awalnya tidak saling kenal, namun memiliki satu tekad bersama yaitu melakukan perjalanan bersama-sama untuk membantu gurunya mengambil kitab suci. Mereka pun tahu apa yang akan dihadapinya di depan sana.

Itulah tantangan, berbagai macam masalah, ketidaknyamanan, kebosanan, dll yang mamu menghambat kita untuk melanjutkan goal yang sudah kita buat di awal. Jadi, hadapi saja, apalagi dalam team work. Justru dengan menghadapinya, kita bisa membuat team kita menjadi lebih padu.

2. Penggambaran Manusia

Inilah bagian yang paling inti dalam artikel ini. Dalam cerita Kera Sakti, ada beberapa tokoh yang merupakan gambaran sifat yang buruk yang dimiliki oleh seorang manusia.

Pertama adalah tokoh Sun Go Kong. Sun Go Kong merupakan tokoh yang sangat sakti. Tapi karena kesaktiannya, kadang-kadang dia merasa sombong. Dia juga egois dan keras kepala, tidak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya, yang penting tujuannya tercapai. Sun Go Kong juga merupakan gambaran dari pikiran manusia yang liar, sulit dikontrol. Dan satu sifat buruk lagi adalah kebencian (dosa). Sun Go Kong selalu ingin menghabisi semua siluman yang ada di depannya tanpa berpikir panjang.

Kedua adalah tokoh Tie Pat Kai. Tie Pat Kai adalah tokoh yang sangat dimabuk asmara. hahaha. Bisa dibilang hobinya adalah menggoda setiap wanita yang dilewatinya. Mungkin fakta yang lebih jelas adalah ungkapan yang sering diucapkannya, "Begitulah cinta, deritanya tiada akhir". hahaha. Mengapa bisa seperti itu? Pat Kai diliputi oleh kesenangan batin, dipenuhi oleh hawa nafsu sehingga setiap bertemu wanita, air iurnya selalu keluar mengalir deras dari mulutnya. hahaha. Satu sifatnya lagi adalah keserakahan (lobha). Gambaran keserakahannya dapat diihat dari besar perutnya. hahaha. Pat Kai selalu ingin mendapatkan porsi lebih dari Go Kong dan Wu Ching.

Ketiga adalah tokoh Wu Ching. Wu Ching merupakan tokoh yang menggambarkan kebodohan batin. Dia tidak mempunyai pengetahuan banyak. Jadi seringkali dia dimanfaatkan oleh Pat Kai yang serakah. Disuruh melakukan apapun mau saja, tanpa berpikir panjang lagi. Mungkin kalau disuruh terjun oleh gurunya, dia mau saja ya. hahaha.
"Wu Ching, ambilkan minum untuk guru!"
"Baik kakak pertama!"
"Wu Ching, tolong carikan makanan!"
"Baik kakak kedua!"
"Wu Ching, terjun dari puncak gunung!"
"Baik Guru!"
Hahaha, hanya becanda saja. :)

Biksu Tong merupakan gambaran seorang manusia. Beliau didampingi oleh tiga makhluk dengan masing-masing sifat; kebencian, keserakahan, kebodohan. Itulah gambaran manusia. Stiap langkah selalu ditemani oleh tiga hal tersebut. Sama seperti Biksu Tong ketika dalam perjalanan mengambil kitab suci.

Lalu apa yang harus dilakukan terhadap tiga hal tersebut?
Apakah perlu menghancurkan ketiga sifat tersebut? Jawabannya adalah TIDAK.
Dalam cerita Kera Sakti sudah jelas bahwa ketiga belenggu tersebut tidak perlu dibinasakan. Tapi malah dijadikan teman. Go Kong, Pat Kai, dan Wu Ching tidak diusir oleh gurunya ketika mereka melakukan kesalahan kan? Bahkan ketika gurunya memahami sifat masing-masing dan mau bersahabat dengan mereka, sifat-sifat tersebut dengan sendirinya akan berubah, seiring dengan perjalanan dan tantangan yang dihadapi. Bersahabatlah dengan tiga hal tersebut. Coba pahami dan kenali ketiga hal tersebut.

Mengapa tidak dihancurkan saja? Kalau kita menghancurkannya, berarti kita memunculkan kembali kebencian kita bukan? hahaha. :D

Tambahan, kuda yang dinaiki oleh Biksu Tong merupakan gambaran dari badan jasmani kita, saat butuh makanan, diberikan makan, lalu juga dimandikan, dll.

Semoga berguna. BE HAPPY!

Sandi Yap

Gambar: bowoltambis.blogspot.com
Referensi: http://dhammacitta.org dan http://pilihan.wordpress.com

2 komentar:

San San mengatakan...

tambahan: bersahabat bukan berarti membiarkan hal buruk itu terus berlangsung. tetapi bersahabat yang dimaksudkan di sini adalah memahami dan sadar setiap ketiga hal tersebut muncul pada diri kita.

Anang Wahyudi mengatakan...

Dalam dunia pewayangan, orang jawa juga memiliki lambang" seperti diatas.
Semar, petruk, bagong dan gareng.

haha.....

Poskan Komentar


 
;